Sadarkah kita, sebentar lagi Romadhan….???


“Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Alloh dan dimuliakan olehNya. Di bulan ini nafas2mu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal2mu diterima, dan doa2mu diijabah. Bermohonlah kepada Alloh Robbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Alloh membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca kitabNya.” (HR. Ibnu Khuzaimah)
Waktu, datang terasa singkatnya, pergi terasa cepatnya. Tiba2 Romadhan sudah akan tiba. Dan kita masih seperti ini.
Waktu pada dasarnya adalh saat2. Saat dimana kita mengisi waktu dengan sesuatu, maka sesuatu itu yang memberi arti pada waktu kita. Apa yang kita lakukan, apa amal yang kita perbuat,. Semua itu yang akan memberi makna pada waktu. Bila kita baik, maka waktu punya arti yang yang baik. Dan sebaliknya.
Hari ini, waktu yang terus berlalu itu hampir menyempurnakan kembali siklus satu tahunnya. Rasanya, belum terlalu lama kita bercengkrama dengan bulan Romadhon..melakukan berbagai aktifitas ibadah didalamnya, mudik, lebaran, dan sebagainya…
Tidak banyak yang berubah dari kita, setelah melewati madrasah Romadhan tahun lalu. Bahkan masih saja kita seperti tahun lalu..miskin ibadah, minim amal, dan sedikit amal.
Sekarang ini kita diketuk, diingatkan akan kian dekatnya bulan Ramadhan ditengah ketidak berdayaan kita menaklukkan tuntutan duniawi. Sebab, mungkin kita punya hutang puasa yang belum terbayar, atau kita punya prestasi ibadah yang kurang di bulan itu dan kita punya azzam untuk memperbaikinya.
Kita harus sadar, bahwa kelalaian kita lebih banyak. Kesibukan kita lebih beragam. Terkadang satu bulan waktu kita, berlalu tanpa terasa karena kesibukan kita yang sepertinya tidak memberi kita jeda untuk beristirahat. Untuk itu kita harusu berdoa memohon kepada Alloh, agar senantiasa diingatkan untuk perbaikan ruhani kita dalam rangka penyambutan bulan Romadhon, agar kita lebih siap menjalnkan target2 ibadah didalamnya.
Kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbanyak doa, membersihkan hati, menyucikan jiwa, meluruskan niat agar doa kita diterima oleh Alloh..
Mudah2an Alloh masih mengizinkan kita untuk menyaksikan hilal sebagai pertanda bulan Ramadhan, kemudian melanjutkan doa kita dengan, “ Alloh Maha Besar, ya Alloh, jadikanlah hilal ini yang membawa keimanan dan keamanan, keselamatan dan islam, serta taufik kepada segala yang dicintai dan di cintai Rabb kami. Alloh.”(HR Ahmad dan Ad Darimi)
Meri kita membersihkan diri, menyesali segala perbuatan yang melanggar perintahnya, dan bertekad untuk konsisten dalam melakukan ketaatan kepadaNya.
Selain itu persiapan lain kita adalah memperbaiki hubungan kita dengan orang2 disekitar kita, sehingga jangan sampai kita mendekati Romadhan dengan membawa permusuhan pada sesama.bersihkan diri kita dari dengki, adu domba, mencela atau menyakiti hati orang lain karena pahala kebaikan kita akan ditangguhkan sampai orang tersakiti mau memaafkan kesalahan kita.
Mari kita bersegera untuk bertaubat, karena kelalaian kita diwaktu lalu, bahkan saat ini…
Rosululloh saw pernah bersabda,” wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Alloh, dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya aku bertaubat seratus kali dalam sehari.”
Itu Rosululloh saw, yang maksum…bagaimana dengan kita??
Dan persiapn kita dalam penyambutan Romadahon bukan ketika sudah memasuki bulan Ramadhan. Setelah memasuki bulan Ramadhan, dan kita betul2 telah berpuasa disiang harinya barulah kita memasuki majelis2 ta’lim duduk dengan tenang mendengarkan nasehat2 dari penceramah yang mengingatkan kita akan keutamaan, keistimewaan, keberkahan Ramadhan, serta ketaatan yang dapat kita optimalkan didalamnya.
Sebelum kedatangan Ramadhan kita tidak pernah mencoba untuk mengingat, berdiskusi, atau membuka lembaran2 buku tentang keistimewaan Ramadhan. Inilah kelalaian yang menjadi kebiasaan kita.
Ibadah itu tidak akan kita temukan kenikmatannya kecuali jika kita menyiapkan jiwa yang lapang untuk menerimanya, serta mengetahui bahwa ibadah itu penting untuk kita lakukan, sehingga akan muncul sebuah kerinduan untuk melakukannya.
Read more

Pesan Alloh...


Minggu2 ini santer diberitakan meninggalnya  KH Zainudin MZ. Seorang sholeh yang telah mendahului kita dipanggil di sisi Alloh… bagi orang lain mungkin ini hanya berita heboh sesaat, yang tidak lama kemudian hanya akan terlupakan tanpa dampak sedikitpun…
Namun, disisi lain hal  ini cukup membuat kita belajar,, rosululloh saw pernah bersabda..mirdas Al Aslami, ia berkata, Rosululloh bersabda: “orang2 shalih telah meninggal, secara bertahap, sehingga tinggallah manusia yang buruk sebagaimana gandum atau kurma yang buruk(sesudah diambil yang bagus2nya)yang sama sekali tidak dipedulikan Alloh”…(HR Bukhori dan Muslim)
Abdulloh bin ‘amr, ia berkata:” aku pernah mendengar Rosululloh saw bersabda, Alloh tak akan mencabut ilmu secara langsung dari tengah tengah manusia, melainkan dengan cara mewafatkan para ulama, sehingga jika sudah tidak ada lagi seorang berilmu, manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh,lalu memberikan fatwa tanpa berdasar ilmu, sehingga mereka semuanya sesatdanmenyesatkan” (HR Bukhori dan Muslim)
Mari kita lihat diri kita,, apakah keberadaan kita saat ini merupakan kesempatan yang diberikan Alloh untuk menjadi orang yang sholeh, atau sebaliknya? Orang yang dibiarkan dalam kelalaian dan tidak tau apa yang sebenarnya dicari...?
Bayangkan saja, ketika kita saat ini tidak peduli dengan ilmu agama..bagaimana nasib generasi kita selanjutnya??10th, 20th, apalagi puluhan tahun kemudian?anak2 kita, cucu kita, dan generasi2 selanjutnya..
Islam datang dalam keadaan terasing, dan akan kembali terasing…
Jangan sampai generasi setelah kita merasa asing dengan cara hidup islam,,
cara hidup yang diakui oleh Alloh...
Dan semoga mereka akan  tetap bangga terhadap kemuslimannya…
eksis dengan aktifitas ketaatannya...
untuk itu, 
Kita butuh ilmu…
kita butuh guru…
kita butuh teladan,,,
mari kita sama2 belajar,,, Alloh sudah memberi sarana buat kita…
kita tidak perlu berjalan kaki selama berhari2 bahkan berbulan2 di padang pasir hanya untuk mendapatkan satu hadist dari gurunya…seperti yang dilakukan Imam Ahmad bin Hambal atau ulama terdahulu..
 kita cukup menikmati jerih payah mereka…
mmm…
sebentar lagi bulan Romadhon, mari kita charge juga ruhiyah kita…
kita bangun kembali semangat kita...
mohon maaf lahir bathin ya..

Read more

Anakku Guruku


Anak2 hanya butuh pembinaan yang sungguh2. Tidak separo2…ketegasan, yang membuat anak jelas mana yang mestinya mereka lakukan, dan sebaliknya…
Beberapa waktu lalu…aku cukup kwalahan menangani anak yang berkata2 tidak pantas. Sehingga sebagian teman sekelasnya terpengaruh menggunakan kata2 itu… sampai ada orang tua wali mengeluhkan ini…
Seolah kata2 itu adalah virus yang siap menyebar kemana-mana..berbagai cara kulakukan untuk menghentikan kebiasaan yang tidak baik ini…
Aku khawatir, aku salah dalam mengatasi masalah ini…
Aku mencoba bertanya kepada beberapa rekan kerja yang sudah lama menghadapi anak2..
Jawab salah satu dari mereka…”memang seperti itu koo..dulu malah ada yang menyelingi doa dengan kata2 seperti itu…”
Astaghfirullohal’adzim…
Ada juga yang bilang…”Dia anaknya memang seperti itu…”
Hmmm….
Aku tidak menemukan solusi.
Kemudian fikirku, lingkungan dirumahnya sangat memungkinkan anak ini bersikap begitu…
Aku mencoba bertanya kepada orang tuanya…
dirumah, anak ini bermain bersama siapa? aku minta maaf, dengan penuh rasa tidak enak aku menyampaikan bahwa anak beliau pernah berkata2 “seperti ini2”,,
ternyata benar, anak  ini bermain tanpa pengawasan ketika sepulang sekolah…
bermain dengan anak2 SD, teman sekampungnya…
aku hanya ingin pembinaan anak disekolah  terpadu dengan pembinaan dirumah…karena  dalam sekolah full day, ini sangat berpengaruh pada anak2 yang lainnya…
aku mencoba pertegas anak2 dengan memberi hukuman…dan tidak ada senyuman dariku…
tapi ternyata tidak semudah itu…
aku harus menjadi sahabat mereka, untuk memberi pembelajaran ini…
aku khawatir, hukuman yang semestinya untuk membina, malah menjadi sebaliknya…seolah2 ustadzah adalah monster yang membuat mereka takut, dan siap melawan kapan saja…
 teman baruku anak psikologi. dia menceritakan salah seorang teman KKNnya yang pernah menghadapi anak nakal yang memang sudah kelewatan…
temennya memberi pelajaran ke anak ini, ketika anak ini memukul, maka temennya ini membalasnya…semua yang dilakukan anak ini kepadanya, dia balas dengan hal yang serupa…sampai pada suatu ketika anak ini memberi hadiah kepada teman KKN temanku ini…semua temannya terheran, karena ternyata yang dilakukannya menghasilkan sebuah perubahan…
mendengar itu aku mencoba untuk menyelaraskan,,,
beberapa anak memang membutuhkan cara penanganan yang berbeda dalam menanamkan akhlak yang baik, hem…penjagaan dari akhlak buruk..
mungkin satu dua anak ada yang bisa diperlakukan seperti itu…tetapi, untuk anak yang lain, bisa jadi itu menjadi  boomerang buat kita…karena melakukan apa yang mereka lakukan,, dengan begitu otomatis akan terlihat kita membenarkan apa yang mereka lakukan, karena apa yang mereka lakukan juga dilakukan oleh gurunya..
aku sebenarnya kurang nyaman ketika aku harus tidak tersenyum dihadapan anak2 karena kecewa dengan apa yang mereka lakukan…kemudian memberi pesan yang mampu mereka mengerti, dengan bahasa mereka..
meskipun tidak nyaman, tapi memang mereka juga butuh itu…agar mereka tau, ketidaksukaan gurunya pasti  karena memang tidak baik untuk mereka..
aku sangat terbantu dengan hafalan yang di hafalkan oleh anak2…seperti hadist, larangan mencela, menjaga lisan, mencintai saudara, tidak boleh marah, dan yang lainnya…
cukup sederhana, tetapi membuat mereka terdiam ketika diingatkan tentang hafalan mereka…
yang cukup membuatku bangga terhadap mereka, ketika ada temannya berkata tidak baik, dengan sendirinya temannya membacakan hadist tentang larangan berkata keji…
aku cukup nyaman sekarang…
aku sudah jarang mendengar kata2 itu lagi.
Jarang, karena virus itu masih ada, tapi sudah cukup bisa di amankan, dan tidak menyebar lagi..…
aku bilang ketemanku…anak2 itu “ono2 wae” ya…xixi
batinku…
bukan karena mereka nakal…tapi mereka kreatif,,,
baNyak AKAL…
dan kata temenku, sebenarnya mereka tidak sepenuhnya mengerti dengan apa yang mereka katakan..mereka hanya ingin perhatian…
mendengar penyataan ini aku sepenuhnya sepakat, karena mana tau mereka mengatakan yang tidak pantas??mereka belum paham masalah etika.
karena pernah aku mengatakan kepada mereka “itu tidak sopan cah bagooos…”, “tidak sopan itu apa ust??”…”tidak sopan itu tidak baik….” Jawabku…mana mereka ngerti..hehe,,aku jadi sadar…
kita belajar dari mereka…dan kita harus siap menghadapi tantangan berikutnya…haha!!
Read more

apa kataku


Ikhlas memang tidak mudah…tapi satu hal yang mesti kita tau, bahwa apa yang kita putuskan itu adalah  Alloh yang menghendaki…
Kita hanya butuh keberanian untuk memutuskan sesuatu, dan menghadapi segala kemungkinan yang akan  terjadi… dan yang perlu kita yakini,  Alloh yang mampu menolong kita, sesulit apapun bagi kita rintangan yang haruskita hadapi…
Tapi…..yang selama ini kurasakan, yang paling paling sulit kuhadapi adalah mengendalikan diri sendiri  dibandingkan faktor diluar itu…
Mengendalikan untuk tidak menyianyiakan kesempatan, mengendalikan diri untuk kesenangan sesaat, mengendalikan diri untuk menggunakan waktu dengan baik, mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal2 yang tidak pantas dan mengendalikan diri yang lainnya….
Usia bisa saja bertambah…namun keberanian kita untuk memutuskan sesuatu dengan penuh tanggung jawab apakah sudah sering kita lakukan..???
Apakah kebaikan yang kita tau sudah kita lakukan atau malah kita acuhkan???
  Walaupun kebaikan dan kebenaran itu relatif, abu2 bagi masing2 orang…namun kita juga harus menghargai diri sendiri, bahwa kita boleh punya kebaikan, kebaikan menurut cara pandang kita sendiri…urusan benar menurut pandangan orang lain, cukup menjadi  pembelajaran bagi kita nanti…urusan belakangan.
Saat ini adalah bentuk dari proses pembelajaran kita di waktu lalu…pengalaman masing orang berbeda, jadi wajarlah mempunyai kebaikan dan kebenaran dari sudut pandang yang berbeda…
Aku jadi teringat cerita tentang  tiga orang buta yang memegang gajah dari posisi yang berbeda…orang buta yang pertama bilang, gajah itu pipih dan lebar, karena dia sedang memegang telinga gajah…
Orang buta yang ke dua bilang, gajah itu panjang, karena dia sedang memegang belalai gajah,.
Dan buta yang ke tiga bilang, gajah itu besar, karena dia sedang meraba perut gajah.
Ada lagi, cerita tentang orang yang melihat gunung dari arah yang berbeda. Di satu sisi, gunung berupa bebatuan, disisi lain berupa aliran sungai, dan sisi yang lainnya lagi berupa pepohonan…
masing2 mereka tidak salah..walaupun tidak sempurna benar…
seperti   itu juga kita, melihat sesuatu dari  latar belakang masing2. 
Kebenaran  yang sebenarnya hanya datang dari Alloh…dan hanya yang Alloh kehendaki saja yang akan bisa mendekati kebenaran yang sesunguhnya…
Makanyaa…bagi kita, cukup saja belajar , memutuskan dan berbuat, cukup Alloh yang menempatkan posisi kita.
Ikhlas dan tawakal saaajaaa..

Read more

pagi dan penghujung hariku


Untuk menjadi orang yang beda dengan yang lain, akan mustahil jika yang kita lakukan hanya sama saja dengan yang lain…kita bisa mendorong diri sendiri untuk melakukan sesuatu, karena faktor kepercayaan  yang tertanam pada diri kita…
Banyak kata takan merubah apapun, jika tak da dorongan yang kita yakini untuk dilakukan…
Pagi ini aku mencoba berdiam diri sejenak hanya untuk memberi gambaran pada diriku sendiri apa yang akan aku lakukan...tapi tak sejernih hari2 biasanya…anak2 terlalu banyak bertanya pagi ini…10menit tak dapat sepenuhnya milikku…gambaran yang akan ku yakini akan bisa kulakukan jadi tidak teratur dengan rapi. Bismillahi tawakkaltu ‘alalloh…lakhaula walaa quwwata illa billah..
Cerita demi cerita kusampaikan, namun tak seperti cerita biasanya..kali ini aku sangat tidak puas dengan pagiku..jurnal pagiku tak begitu berkesan…jurnal pagi menjadi sangat panjang…karena ceritaku kesana kemari  tak terinci…dan bernyanyi yang seharusnya tidak sebanyak itu..
Amanah ini akan selalu ku jaga…
Yang berada dihadapanku adalah bibit2 yang siap subur dan mewarnai masa depan dengan keshalihan dan kehebatan mereka…
Tanggung jawab,, apa yang bisa ku berikan untuk mereka???
Hemmm….aku hanya butuh kesungguhan ternyata…
Kata salah satu rekan kerja di tempat kerjaku  yang dulu…beliau bilang..”ketika kita menyampaikan sesuatu kepada anak2 kita, kemudian anak2 tidak mendapatkan dampaknya maka bisa jadi ada 3 kemungkinan…
1.       Mungkin hati kita yang tidak ikhlas, dalam arti hatinya tidak bersih..
2.       Anak kita yang yang tidak ikhlas..
3.       Kita dan anak kita tidak ikhlas…
Tidak ada keterikatan antara yang menyampaikan dan yang mendengarkan..” kemudian beliau juga bilang…”orang yang tidak punya tidak akan bisa memberi..”….kata2 blio ini telah menjadi catatan di benakku…
Dari awal hingga akhir dalam melewati setiap waktu mestinya kita selalu perbaharui niat, agar ketulusan itu akan tetap terjaga…sehingga ketika dalam posisi dimanapun kita, disitu ada  pusat pusaran kehidupan kita….dalam jauh ataupun dekat langkah kita, kita tetap pada pusaran yang kokoh…dan kita akan tetap bergerak dengan irama yang indah dan akan selalu terasa indah…
Read more

kaca mata


Terlintas dalam fikiranku, aku tidak dapat jatah liburan semester lagi nanti…huft…padahal aku sudah menyusun beberapa rencana untuk liburan nanti..walaupun hanya 2 minggu…
Lintasan itu bukan tanpa sebab, karena hari ini aku akan pindah kelas lagi, dikelas yang hanya libur hari ahad, dan liburan semester tetap masuk…
Penyesuaian lagi….penyesuaian lagi,,,
fikirku…
memangnya gampang menyesuaikan diri dengan rekan kerja yang karakter berbeda?…dengan metode pengajaran yang tiap kelas berbeda…plus penanganan anak yang berbeda juga..sudah 6x aku berpindah pindah kelas.
tidak seperti di bangku sekolah lagi, ketika tidak bisa bukan menjadi masalah orang lain,…yang nilainyapun hanya berupa angka...bukan pada benak siapapun yang bersama kita...dalam hal ini aku dituntut profesional…punya kepekaan yang tinggi, dan  berdiri di atas kaki sendiri…tidak bisa merengek2 untuk dimaklumi,,,hemmmm… beginilah dunianya orang dewasa..-,-“
Tapi ketika dilihat dari frame yang berbeda, maka ini adalah suatu pembelajaran yang hebbbbbaaaaatttt!!! Menantang diri sendiri untuk bisa. Dan yang mendasar yang harus ditanamkan dalam diri adalah tawakal…karena baik buruknya kita, setelah kita berusaha adalah kehendak Alloh…dan satu satunya energi yang paling kuat adalah keyakinan akan pertolongan Alloh…
Aku masih berfikir akan memasuki kelas yang berbeda lagi…dengan teman yang berbeda pula…tapi tidak masalah, seperti apapun permasalahan anak, aku akan sangat mencintai anak2..jadi bukan masalah besar ..
Sebelum jam belajar mulai, ternyata aku masih diminta untuk mengajar di kelas yang lama(…leganyaaaa……)^^, ….aku akan mendapatkan liburan semesterku…(ups, Astaghfirulloooohh….he)
Jam masuk…tanpa babibu,,kelas kubuka dengan penuh percaya diri…karena hatiku tak berkata kata lagi…kembali bersama ali, icha, safiq, dan teman2nya…aku merindukan mereka.., walaupun  aku merindukan anak kelas lainnya juga..
Kegiatan setelah tutup tahun sebenarnya hanya tinggal isi raport… jadi anak tidak terlalu padat kegiatan...jadi cukup santaii..tapi tidak membuatku ngantuk..
Seperti bermain puzzle…puzzle hari ini sudah aku selesaikan…
Dan besok, aku akan merangkai puzzle yang berbeda…
bagiku kepuasan adalah ketika aku mampu memberi  yang terbaik..,
semoga hari esok lebih menyenangkan…dan aku, tetap bisa berkontribusi dengan baik dan memuaskan..amin..
sebaik2 manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain..…
Read more

gerbong usang


Ujian bertubi2 seharusnya tidak membuatku lemah, namun sebaliknya…peka terhadap segala kemungkinan dan tetap tegak dengan kekuatan penuh..sperti tanah liat yang sering di bakar akan  semakin kokoh..
Menghadapi hari esok seperti main tebak tebakan,, sering kali muncul kejutan yang diluar dugaan..tapi aku harus siap..karena inilah jalanku…inilah peluangku mengasah potensi yang di berikan Alloh dengan kasihNya, lengkap dengan media yang cukup untuk membuatku belajar..meskipun terkadang terlontar keluhan dari mulutku…aku yakin, Alloh akan dengan bijak menjawabnya dengan teguran2 yang khas..penuh hikmah dan berimbas sampai ke lubuk hati, dan akan terus terkenang , tak terlupakan.
Tecekat di ujung kataku, untuk menyampaikan, aku tidak suka ini..ini tidak adil, ini tidak pantas, aku tidak mau seperti ini, aku marah, aku benci, dan yang lainnya...
hmmm..
namun cukup diam,
walaupun aku tau diam tidak akan membuat siapapun mengerti..kecuali Alloh tentu saja. Karena dengan  ini orang tidak tau, aku banyak bersikap dalam batinku..tentang sesuatu…
Huf…hanya mengutarakan saja…
Aku teringat waktu masih di pesantren dulu…di sela pelajaran menjahit, aku berbicara banyak dengan salah seorang kawanku  tentang perencanaan masa depan..aku sangat idealis waktu itu…aku ceritakan mimpi2ku kepadanya..dalam percakapan panjang kami, dia lempar pandangannya jauh kedepan..dia bilang.."aku akan seperti air…biar saja nanti hidupku akan membawaku kemana…aku tidak mau banyak rencana, jika tidak sesuai dengan harapanku hanya akan membuatku kecewa..biar saja banyak masukan, agar aku tidak terfokus pada satu pandangan saja…." kita memang tidak selalu sependapat..tapi dalam perjalananku, dia juga inspirasiku…dia sederhana, tapi dia selalu melakukan apa yang dia katakan…itu yang ku suka darinya..

Mendengar itu, waktu itu aku mengerutkan dahi,,maklum saja, waktu itu buku2 yang ku baca adalah tentang teori2 perencanaan masa depan…dan setiap orang mestinya punya visi..supaya tidak mudah terbawa arus, dan bingung di tengah jalan, tanpa arah yang jelas.…disorientasi terhadap harapannya sendiri…
Mengingat itu, sekarang aku malu… aku melihat diriku sekarang …hemmm, masih dalam perencanaan panjangku,, yang tak kunjung ku temui titik terangnya…mungkin orang yang tau akan mengatakan kepadaku, aku idealis…tapi  tidak masalah, perjalanan panjangku tidak membuatku lupa akan harapan2ku yang layak ku perjuangkan, bahkan harus.
Mimpi panjangku…
meski dalam perjalanannya aku berkeluh, menangis, bahkan terbaring tak berdaya..aku akan tetap melangkah kesana…aku cukup berbuat…biar saja Alloh yang menempatkanku pada posisi terbaik bagiNya..

Read more
 

Pelita Kalam Design by Insight © 2009